Beranda > Ceritaku, Puisiku > Merajut Benang Persahabatan

Merajut Benang Persahabatan

Judul diatas adalah tema Halal bi halal Alumni SMPN 1 Pasirian tahun 2008. Sempet bingung gak nemu-nemu dapat judul, akhirnya sehari sebelum rapat koordinasi si deje dapet ide dari salah satu buku yang ada dirumah. Di buku itu ada satu bab yang berjudul Memintal Seutas Benang, so dari situ otak si deje mulai menemukan sesuatu.

Deje ibaratkan benang adalah seseorang yang menyendiri. Artinya benang sangatlah rantas (mudah putus) jika hanya seutas. So, agar benang menjadi sesuatu yang kuat, maka perlu disatukan. Nah, kita bisa saja menggabungkan banyak benang menjadi satu sehingga tidak mudah putus, namun akan lebih indah jika benang yang sangat banyak itu, tidak hanya kita jajarkan tapi kita rajut menjadi rajutan yang indah.

Itulah rajutan persahabatan yang kuat dan indah. Sesaat setelah menemukan tema tersebut, jemari ini tidak bisa diam begitu saja. Sembari menatap monitor, kata demi kata tersusun di jutaan sel-sel otak dan secara alami jemari ini menari diatas papan kunci (keyboard), menghasilkan sebait puisi :

Seutas benang amatlah rantas,
serantas jiwa yang menyendiri.
Selembar kain pastilah kuat,
sekuat jiwa-jiwa yang menyatu.
Kini saatnya merajut benang yang
terpisah menjadi kain persahabatan.

Kategori:Ceritaku, Puisiku
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: