Beranda > Artikel, Ceritaku, Lain-lain > Sang Murabbi : Bukan sekedar tontonan

Sang Murabbi : Bukan sekedar tontonan

Sang Murabbi

guru itu justru hartanya banyak, ngasih ilmu aja kerjaannya

Kurang lebih seperti itulah jawaban dari Ust. Rahmat Abdullah muda yang diperankan oleh Irwan Rinaldi ketika ditanya oleh enyak ibunya mengenai cita-citanya. Sang ibu heran ketika si anak sejak kecil masih saja bersikukuh ingin menjadi guru.

Walaupun masih nonton trailernya aja, saya sudah bisa terbawa oleh pesona Ust. Rahmat Abdullah (almarhum) yang sangat sederhana, ikhlas, bersahaja dan memiliki cita-cita luhur. Kisah nyata ustadz yang aktif di Yayasan Islamic Center Iqro’ ini dikemas dengan apik oleh bang Zul Ardhia dalam sebuah film sarat dakwah yang berjudul Sang Murabbi : Mencari Spirit Yang Hilang.

Film yang mengisahkan perjalan seorang murabbi sejati yang memiliki pandangan yang lain mengenai profesi seorang guru. Sejak kecil sampai dengan beranjak dewasa, jika ditanya mengenai cita-citanya tanpa ragu dia menjawab ingin menjadi guru!

Melalui perjalanan hidup yang penuh dengan kesederhanaan, namun setiap detiknya adalah dakwah mejadikan ustadz Rahmat dikagumi banyak orang termasuk gurunya sendiri. Kebrilian dan kegemarannya membaca buku mengantarkan beliau sampai ke posisi sebagai pejabat rakyat Anggota DPR.

Namun tidak ada yang berubah pada sifat kesederhanaan beliau. Sikap zuhud sangat kental pada kepribadian beliau. Meskipun sudah menjadi seorang pejabat senayan, beliau tetap seja sering berjalan kaki cukup jauh dan naik kopaja. Tidak ada yang berubah dengan diri beliau…

Beliau menutup usia ketika hendak berwudlu untuk mendirikan shalat. Saat itu beliau berusia 53 tahun. Ribuan orang mengantar kepeergian untuk selamanya tanpa melupakan pesona kepribadiannya. Semoga aktivitasmu selama ini dapat mengatarkan ke samping Nya.

Semoga film yang akan ditayangkan bulan Juli 2008 ini dapat menjadi sebuah gambaran sesosok kader dakwah yang benar-benar komitmen dengan visinya. Dan kalau memang tidak ada kendala dengan pendanaan film yang rencananya hanya diperbanyak melalui media VCD dan DVD ini bisa meramaikan bioskop-bioskop di negeri ini.

O.. ya.. klo pingin liat trailernya nih ada link dari you tube

Eeiit… ada percakapan yang saya suka di akhir trailer tersebut…

“Tapi afwan ya bi, jangan marah. Saya masih bingung besok masak apa. Uang yang abi kasih udah abis. “ “mmhm…Kalau uang udah abis, kita minta aja lagi sama Allah”
“Kan Allah kasihnya sama abi, jadi saya mintanya sama abi”
“Kalau uang udah abis Nai, itu berarti rejeki udah mo datang lagi. Kayak sumur aja. Kalau sumurnya kering, berarti ujan udah mo datang. “
“Abi lagi gak punya uang ya ?”

  1. 26 Mei 2008 pukul 1:01 am

    Saya pasti tunggu kehadirannya…
    Semoga bisa ditayangkan bioskop, biar esensinya dapet kalo nonton ^_^

    Jazakallah…

  2. Ria
    27 Mei 2008 pukul 5:28 am

    Emmm…. kalo udah punya cd nya pinjem ya pakkk😛

  3. 28 Mei 2008 pukul 5:31 am

    aku pengen nonton..
    punyak kan filmnya?!

  4. 1 Juni 2008 pukul 9:40 pm

    Sang Murabbi

    Merangkum hati yang terserak
    Menggenggam yang terlepas
    Meretas gagasan menjadi kenyataan
    Menapak jejak tak tergoyahkan
    Menatap dengan kesejukan
    Menegur dalam cinta
    Bersemangat namun syahdu
    Diiring doa sunyi
    Kami rindu
    Haus dahaga tak terperi
    Pada sosoknya
    Sang murabbi yang dicintai
    Masihkah ada?…

  5. 8 Juli 2008 pukul 9:52 am

    Jika akses internet lambat (filmnya putus-putus) sebaiknya download dulu filenya.
    Untuk download silakan klik http://murnii.multiply.com/journal/item/231/download_trailler_Sang_Murabbi_2_dan_player-nya

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: