Beranda > Ceritaku > Arti Sebuah Pengawasan

Arti Sebuah Pengawasan

Salah tingkah, memalingkan pandangan tampaknya tidak dapat menutupi gerak gerik mencurigakan para peserta ujian di ruang kelas berukuran 8×8 meter ini. Tepat di depan 20 siswa yang sedang serius menghadapi soal ujian, saya mencoba menjangkau seluruh sisi ruang dengan harapan ujian dapat berjalan sesuai aturan; tertib, meminimalkan kecurangan.

Ada beberapa peserta yang berusaha untuk mencuri momen-momen disaat pengawas lengah, walaupun sebenarnya gerak-gerik seperti itu sangat kentara bagi pengawas. Namun ada juga yang tetap tertib mengerjakan soal-soal ujian dengan perasaan selalui diperhatikan oleh pengawas.

Sambil memperhatikan mereka yang sedang ujian, otak ini mulai tidak tenang, ada sesuatu yang tidak bisa dibiarkan terlintas begitu saja di register memori sementara otak ini. Kupaksa sistem kerja otak ini untuk bekerja lebih keras memikirkan apa yang ada di dalam register tersebut.

Kumulai dari pengawasan kecil di ruangan yang tejangkau oleh sepasang cctv super canggih mata yang senantiasa perputar ke kanan dan ke kiri. Dalam satu ruangan ini objek pesera ujian benar-benar merasa diawasi sehingga sangat sulit bagi mereka untuk berbuat curang. Walaupun masih banyak juga yang mengabaikan pengawasan yang mungkin dianggap tidak sempurna ini.

Otak ini mulai liar untuk terus berfikir sesuatu yang lebih jauh lagi. Ketika kubayangkan kecanggihan teknologi satelit Amerika untuk dapat memperbesar obyek sehingga tulisan yang sedang dibaca oleh seseorang disuatu tempat dipermukaan bumi ini juga bisa tertangkap jelas. Sehingga sangat wajar jika, Usamah bin laden, Saddam Husein, dan beberapa orang yang dianggap ‘musuh’ yang berbahaya bagi negara mereka lebih memilih goa-goa untuk tempat persembunyian. Artinya mereka sadar akan pengawasan negara yang mengaku sebagai polisi dunia tersebut, walaupun masih banyak juga orang yang tidak menyadari bahwa sebenarnya ada kecanggihan teknologi yang sedang merekam segala aktivias
mereka.

Tidak sampai disini, otak ini menghentikan petualangan ‘liar’nya… Saya sekarang berfikir dimensi yang lebih luas lagi… yups alam jagat raya ini… bagi orang yang beriman dan mau berfikir sebenarnya kita semua ini sedangan dalam pengawasan Dzat yang Maha Tahu. Lebih dari sekedar melihat apa yang sedang dibaca orang dengan satelit super canggih, apalagi pengawasan yang saya lakukan dengan mengandalkan dua buah mata yang bergerak kekanan dan kekiri di ruang ujian tadi. Pengawasan yang satu ini jauh lebih dahsyat…, jangankan seorang Usamah bin Laden yang berada didalam gua, sebercik niat yang ada didasar hati pun pasti tertangkap olehNya.

Subhanallah… pengawasan Allah SWT sangat detail sekali…, namun ternyata diri ini masih saja sering merasa tiada pengawasan… merasa tidak ada yang tahu akan gerak gerik kita… kita ibaratkan seorang peserta ujian yang merasa bahwa pengawas ujian tidak mengetahui kecurangannya walaupun sebenarnya pengawas tersebut sudah mencatatnya dalam buku pelanggaran. Apalagi pengawasan Allah… Berfikirlah… !

Jika saja jumlah peserta ujian yang merasa diawasi lebih banyak sudah pasti ujian dapat berjalan dengan lancar tanpa ada catatan apapun, jika saja banyak para pasukan anti USA yang menyadari akan kecanggihan pengintaian negara tersebut maka tidak akan lama negara itu bisa bertahan. Dan apabila lebih banyak manusia yang menyadari akan muroqobatulloh (pengawasan Allah) maka hidup ini pasti akan dipenuhi oleh orang-orang yang sholeh. Hidup yang tentram, tenang dan damai bukan halyang mustahil.

Teeeet…… tak terasa bel tanda berakhirnya ujian telah berbunyi…. semoga ada hikmah…….

Kategori:Ceritaku
  1. 14 Mei 2008 pukul 1:32 am

    Pertamax….

    Hemmm, semoga dapat dipetik intinya…🙂

    deje : Selamat anada menjadi yang pertama…. hehehehe…

  2. 14 Mei 2008 pukul 7:14 am

    Untung pas aku ujian dulu, “mata” yg mengawasiku bukan milik anda…😛

    *Over all, anda benar, tak kan pernah bisa kita berlari dan sembunyi dari mata – Nya……

    deje : wah ketahuan nih.., waktu ujian pasti curang… hayoo…

  3. Anastasia Ajeng 2T2
    17 Mei 2008 pukul 4:32 am

    hehehe…
    jd inget ujian UKM hari pertama di jaga mas rahmat…
    hehehe

  4. 21 Mei 2008 pukul 7:16 am

    aku kalo ujian nasional ndak pernah nyontek
    kalo ujian harian yang nyontek :p


    deje : wuiks… ujian e tiap hari ya…?

  5. hellgalicious
    14 Juni 2008 pukul 12:55 pm

    waah jadi terharu neeh
    menginget saia dering banged nyontek….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: