Beranda > Ceritaku > Subhanallah… Sungguh Indah Tanah Kelahiranku

Subhanallah… Sungguh Indah Tanah Kelahiranku

100_8871.jpg

Subhanallah…. sungguh tiada kata yang pantas meluncur secara sadar dari dalam jiwa ketika melihat begitu indah, begitu sempurna, begitu luar biasa ciptaan-Nya. Hamparan bumi dengan berbagai macam attribut yang tertata rapi diatasnya membuat skema kehidupan yang begitu kompleks ini berjalan sesuai dengan alur-Nya. Begitu banyak keindahan yang bisa memanjakan sepasang mata bola setelah lelah mengamati baris demi baris kode-kode yang semakin rumit, mengendurkan syaraf-syaraf otak yang telah mengencang akibat rutinitas yang padat. Tiupan angin yang membawa kedamaian hati melalui sepasang gendang telinga yang hampir pecah dengan complain-complain dari client…… Sungguh indah hidup ini…. sungguh suatu pola kehidupan yang sangat teratur secara detail…. Subhanallah……

Sabtu (22/03) kemarin, cuaca desa pasirian sungguh cerah setelah semalaman diguyur hujan deras…. ada satu agenda yang harus aku persiapkan di hari ke-2 liburan panjangku. Yups… liburan kali ini benar-benar aku manfaatkan untuk mengimbangi kesibukan dihari-hari sebelumnya. Walaupun sebenarnya ada pekerjaan yang harus kuselesaikan, tapi ternyata ada kekuatan yang Maha Dahsyat mengatur ini semua sehingga aku benar-benar menikmati liburan kali ini. My-box (notebook q) plus charger HP tertinggal di kontrakan ketika aku mudik hari kamis kemarin, hiks… awalnya sempet kecewa… tapi ternyata ada hikmah luar biasa… aku bisa ‘Sejenak’ meluangkan waktu untuk melepas penat tanpa terganggu aktivitas yang masih aku tinggalkan (Afwan Miss RibbOn…. bukan bermaksud melepas tanggung jawab… tapi ini benar2 diluar kekuasaanku…).

Tepat pukul 9.30 (setengah sepuluh waktu pasirian) yang ditunggu-tunggu tiba juga. Yups… Uncle Bas, Mr. Jimmi, Pak Huget and Idah… datang dengan 4 motor dari Malang. Ya memang liburan kali ini sebenarnya kita ada rencana untuk touring ke Gunung Kelud, tetapi karena kebetulan sya harus mudik… so… touring kali ini dialihkan menyusuri pantai pasirian….. ( thanks buat kunjungannya… maaf klo tidak bisa menjamu dengan sempurna….)

Perjalanan kali ini dimulai dari kawasan rumah sederhana di Jl. Lamongan no.7 (rumah ortu….) dan langsung menuju kawasan pantai Gedheg…. dengan jalan yang berliku dan menanjak… kita berlima menikmati perjalanan…. sekali…kali… berhenti untuk mengabadikan moment…. termasuk ketika perjalanan sempat terhalang oleh kawanan Kerbau yang melintasi jalanan yang kita lalui.

SS850284.jpg

Setelah menikmati hamparan laut lepas di bawah naungan tebing yang melindungi tubuh ini dari panasnya terik matahari yang tepat berada diatas ubun2 kita (duh… hiperbola banget…) perjalanan kita lanjutkan ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang terletak di Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang. Tapi ternyata ikan yang dilelang(dijual dari para nelayan) sudah tidak ada, tidak tahu kerena habis or memang tidak ada nelayan yang berlayar. So… kita manfaatkan waktu di TPI untuk sholat duhur sambil beristirahat sejenak…

Waktu menunjukkan semakin sore, sudah saatnya kita kembali ketempat masing-masing…. saya putuskan untuk melanjutkan perjalan ( mengantar para musafir ) sampai kecamatan pronojiwo, tepat di persimpangan jalan arah ke lumajang dan malang, kita mengakhiri perjalan kali ini…. Beliau2… kembali ke Malang dan saya harus kembali ke Pasirian…. Selamat Jalan….

Yups… itulah sepenggal cerita di liburan kemarin, sebenarmnya masih ada aktivitas liburan ku yang lain yang gak kalah menariknya… tapi sepertinya… berbagi ceritanya… sampai disitu aja…. ntar malah terlalu banyak cerita bisa jadi novel deh… hehehehe….

Yang jelas ada hikmah selama perjalan kemarin, sungguh Allah masih memberi nikmat yang luar biasa kepada saya pribadi untuk bisa merasakan keindahan ayat-ayat kauniyah-Nya…. Nikmat sehat yang memberi kesempatan saya untuk bisa melalui perjalan panjang kemaren… nikmat melihat yang dapat kugunakan untuk menikmati keindahan tanah kelahiranku… nikmat rasa takjub yang masih ada di dasar jiwa atas kebesaranNya… dan nikmat-nikmat yang tak akan pernah cukup aku tuangkan dalam rangkaian kata yang tersimpan dalam byte atau kilo byte atau mega byte atau bahkan trilyunan tera byte memory yang menampung data di blog ini…..

Dan akhirnya hanya ucapan Alhamdulillah… syukur yang dapat aku ucapakan… semoga syukur dalam tindakan juga dapat menyertai…. Amin……

Kategori:Ceritaku
  1. 25 Maret 2008 pukul 1:41 am

    sungguh.. pandai bersyukur kau Nak..

    * uhuk..uhuk.. ( menirukan suara eyang titik puspa)

  2. sman7malang
    25 Maret 2008 pukul 8:46 am

    Waktu bagian Pasirian itu selisih berapa jam dengan WIB, Adikku sayang….?
    Membaca laporan perjalananmu dan menikmati indah gambar dari “jepret sana jepret sini” Kakak jadi iri. Dan tiba-tiba ingat perjalanan menyusuri pantai Balularan yang tersembunyi di balik Taman Nasional Baluran.

    Teruslah menulis, Dik…
    Kamu memang berbakat.
    Semoga kamu semakin sukses dan selalu dalam lindungan-Nya……

  3. 26 Maret 2008 pukul 4:27 am

    @perempuan (non dethea)
    wes cucok jadi orang kewut…. hehehe…. cucunya dah berapa mbah…???

    @sman7malang (kak Lilis)
    hehehe…. Pasirian kebetulun masih nunut WIB, so waktunya gak da selisihnya…. makasih buat support and doanya…. Sungguh indah ukhuwah islamiyah… kita bagaikan satu tubuh yang saling support, saling doa dan saling bantu…. thanks….

  4. 30 Maret 2008 pukul 6:57 am

    Assalamu’alaykum.. wah, baca postingan ini jadi kangen rumah paman saya di Pasirian sana.. kangen dengan hawa sawah dan sungainya yang sejuk =)
    Foto gunungnya (*semeru?) ada yang gede tak? thx

    salam kenal,
    -istiQomah-

  5. 31 Maret 2008 pukul 3:39 am

    @kecebo9
    Waalaikumsallam Wr Wb
    Wah pernah ke pasirian juga ya…. tepatnya dmn?
    Untuk foto-foto yang ukuran sebenarnya ada di link “jepret sana jepret sini” yang ada di bagian kanan blog ini…. silahkan klik link flickr tersebut

  6. Ria
    5 April 2008 pukul 1:56 am

    Pak kakokk…………………..we….. berhati besar (bukan hati gajah kan)??????? “Hatinya gajah seberapa yahhh”

  7. musafir kecil
    20 November 2008 pukul 8:13 am

    hehe….

    kapan kita jalan bareng pak…???

    tapi ndak janji, kalo stamina saya masih seperti dulu…ketika jaman kuliah…

    deje : kpn ya? jalan2 ke Makassar ta?

  8. ratih
    21 November 2008 pukul 4:22 am

    kok q g di ajak ta mas ??

    deje : minggu depan tanggal 30 mo rafting ke songa, mo iku???

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: