Beranda > Artikel > Menunggu ternyata mengasyikan

Menunggu ternyata mengasyikan

Menunggu ternyata menyakitkan….

Mungkin sebagian besar orang setuju dengan satu baris yang pernah dilantunkan group band Ribas diatas. Tapi bagi saya menunggu ternyata mengasyikan… Loh kok bisa ?? Yups… kita semua saat ini sedang menunggu.., bagi temen-temen yang sedang menyelesaikan skripsi mungkin tinggal menunggu wisuda, bagi teman-teman yang kelas 3 smu mungkin menunggu waktu ujian tiba, bagi temen-temen akhwat yang telah siap nikah mungkin mununggu ada yang meng-khitbah, dan lain sebagainya. Dan pada hakekatnya hidup kita semua ini adalah menunngu giliran untuk menuju kehidupan yang kekal abadi, ya kita semua menunggu ajal tiba… (bukan nakut2 in lo…)

Trus apa hubungannya dengan judul tulisan ini ?? dimana letak mengasyikannya ?? Tenang-tenang, sabar… pelan-pelan…
Jadi gini ceritanya… (wuiks… mau dongeng nih..) kalo memang hidup ini juga menunggu mengapa masih banyak orang yang bisa tertawa lepas… bercanda ria… suka cita dan macam ekspresi yang membahagiakan. Ya… walaupun tidak kita pungkiri juga ada yang sedih…, tapi yang jelas ternyata kita bisa menunggu sambil bahagia, tergantung kita menyikapi.

Kalo saja kita menyadari bahwa kita sebenarnya sedang menunggu…. dan menunggu itu membutuhkan waktu… mengapa waktu itu tidak kita manfaatkan untuk hal-hal yang mengasyikan saja… hal-hal yang menghibur kita… syukur-syukur hal-hal yang positif.

Seperti contoh pertama, ketika kita tahu bahwa kita sedang menunggu waktu untuk wisuda, mungkin kita bisa mengisi waktu dengan bekerja, berkarya dan sebagainya. Ketika kita menunggu giliran untuk dipanggil Sang Khalik, kita dapat memperbanyak amal, memperbanyak manfaat, dan sebagainya dan kesemuanya itu pasti mengasyikan.

Untuk kasus yang lebih kecil, misalkan kita menunggu jadwal keberangkatan kereta di stasiun, mungkin waktu yang ada bisa kita manfaatkan untuk ngobrol dengan orang disebelah kita… pasti ada manfaatnya dari sekecil apapun percakapan. Saya sendiri biasanya selalu membawa bacaan ringan kemana-mana, salah satu tujuannya untuk menghibur diri dan menambah ilmu ketika sedang menunggu.

Nah bagaimana dengan contoh kasus ketiga yang telah disebutkan diawal pembahasan, ups… nih yang paling menarik… bagaimana seorang akhwat harus menunggu seseorang untuk meng-khitbahnya.. Kalo menurut saya pribadi, jika seseorang sudah yakin dengan pilihannya, sudah memantapkan hatinya dan sudah mengerti akan arti sebuah penantian… maka sampai kapanpun dia akan selalu sabar menunggu dengan ‘asyik’.. Hari demi hari… minggu demi minggu.. bulan demi bulan… bahkan tahun demi tahun akan terasa singkat jika cinta itu telah tulus…

Namun ketika penantian itu harus berakhir ditengah jalan… tujuan yang tidak tercapai… maka perlu dipertanyakan ketulusan cintanya, perlu ditanyakan kemantapan hatinya, perlu ditanyakan pula keyakinnya…. Bukankah akan lebih baik jika “Start with the end”, artinya kita mulai dari akhir…, yups kita mulai sesuatu dari mimpi kita, dari tujuan akhir kita, sehingga selama proses itu berjalan akan tetap mengasyikan dan mengarah ke tujuan kita.

Intinya menunggu yang mengasyikkan bukanlah menunggu yang pasif, tapi menunggu yang aktif. Kita tetap beraktivitas walaupun sedang menunggu. Semoga ada hikmah dari segelumit tulisan yang tidak jelas ini….

*) masih setia menunggu seseorang yang mau menunggu dengan setia….

Kategori:Artikel
  1. 11 Maret 2008 pukul 3:48 am

    Wuih, sing lagi menunggu rek..
    Pengalamanku waktu nunggu busway Mas. Tak tunggu suwiiii gak teko2, akhire tak tinggal mergo wes ra betah.
    Lha bareng lagi metu lawangan koridor busway, we la dalah busway ne teko. Kosong sisan. Asyemm..

    Satu hal, kesabaran itu berbuah manis, teman.πŸ™‚

    si Betet.

  2. 11 Maret 2008 pukul 3:54 am

    hehehe asyik juga pengalaman mu….
    nambah hikmah ke kita semua….
    siapa bilang sabar tuh ada batasnya…
    kesabaran itu tidak ada satuan untuk mengukur batasnya…
    so…sabar tak terbatas….

  3. 14 Maret 2008 pukul 12:39 am

    Hmmmmm, emang kalau menunggu tapi dilakukan dengan enjoy and postif thinking, smuanya gak akan terasa and tiba2 aja tujuan yang kita tunggu itu terjadi.
    Tapi tetep kadang2 menunggu itu menyakitkan, apa lagi digantung….πŸ˜€

  4. 14 Maret 2008 pukul 7:42 am

    Buah kesabaran itu manis….πŸ™‚ akan dan selalu…….
    Selamat menunggu…..πŸ˜‰

  5. 14 Maret 2008 pukul 8:15 am

    thanks a lot…… bro….

  6. 1R-3
    8 September 2008 pukul 1:37 pm

    Pak………. tak tunggu ceritax lg youw ndek klas
    1r_3

    deje: Insya Allah..

  1. 16 Oktober 2008 pukul 8:20 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: