Beranda > Tausiyah > Ditolong Syetan

Ditolong Syetan

Dulu ada seseorang yang terus-menerus melaknat syetan sebanyak seribu kali setiap hari. Ketika dia sedang tertidur, tiba-tiba datang seseorang kepadanya dan membangunkannya. Orang yang datang itu berkata kepadanya, “Bangunlah engkau sebab bangunan ini akan rubuh dan menimpamu!” Orang itu bertanya, “Siapakah kamu? Kenapa kau mencemaskanku seperti itu?” Orang yang datang tersebut, berkata “Saya adalah iblis.” Orang tadi bertanya, “Kenapa engkau melakukan itu padahal saya setiap hari selalu melaknatmu sebanyak seribu kali?” Iblis berkata, “Hal ini saya lakukan, ketika saya mengetahui kedudukan para syuhada di sisi Allah. Saya sangat tidak rela engkau tertimpa bangunan roboh dan termasuk salah seorang di antara mereka sebab engkau akan meraih apa yang diraih para syuhada.”

Kisah ini mengingatkan pada sebuah hadis yang menyatakan bahwa orang yang tertimpa reruntuhan bangunan atau meninggal tergencet bangunan dikategorikan sebgai orang yang mati syahid sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW., “Orang yang mati syahid ada lima kelompok. orang yang terserang penyakit laun, orang yang terserang penyakit perut (seperti gangguan lambung), orang yang tenggelam, orang yang tertimpa bangunan, dan orang yang meninggal dalam melakukan perang di jalan Allah.”

Cerita tersebut diambil dari kumpulan kisah Imam Al-Ghazali yang disusun rapi oleh Isyan Basya dalam sebuah buku kecil yang bertajuk “Menggapai Hidayah dari Kisah.”

Bagi saya pribadi kisah diatas menggambarkan bahwa apa yang ada diprasangka kita itu merupakan suatu yang ghaib. Kadang kita (khususnya saya pribadi) sering menyimpulkan suatu kejadian dengan cepat. Misalkan, ketika saya ada rencana untuk bersilaturahmi kerumah salah satu teman lama, tiba-tiba gagal oleh suatu hal yang tidak terduga.Mungkin saat itu saya berpikir bahwa Allah belum meridhai pertemuan tersebut. Benar atau tidaknya hal tersebut kita tidak tahu.Ilmu kita terlalu sempit, terlalu dangkal untuk menyelami sesuatu yang ghaib. Yang jelas, apapun yang terjadi pada diri kita, kita harus dapat mengambil hikmah, terutama untuk perbaikan kualitas diri. Kita harus selalu ber-prasangka baik terhadap ketentuan Allah.

Semoga bisa menjadi renungan bagi siapapun yang membaca tulisan ini, khususnya saya pribadi…..

Kategori:Tausiyah
  1. Fidian
    14 Maret 2008 pukul 7:30 am

    Bagus ceritanya man…..
    Tapi sepertinya ada lanjutannya tuh…..
    Kira2 orang itu segera pergi keluar dan bangunannya runtuh akhirnya dia membenarkan kata2 syetan “Ternyata kamu memang bener syetan…bangunannya runtuh” ato….
    tetap di dalam dan tertimpa bangunan?

  2. 14 Maret 2008 pukul 7:45 am

    hehehe… memang di buat seperti itu ceritanya… biar tanda tanya….

  3. fidian
    14 April 2008 pukul 6:29 am

    Rahmat artikel yg ini aq posting di PORTAL-ku ya? thx before….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: