Beranda > Ceritaku > Teman Sejati

Teman Sejati

Selama ini kumencari-cari teman yang sejati
buat menemani perjuangan suci…..
Bersyukur kini, pada-Mu Ilahi teman yang dicari
Selama ini telah kutemui…..

Bait diatas merupakan sepenggal karya Brothers yang pernah dilantunkan kembali oleh group nasyid Snada. Dan karya ini populer sekitar tahun 2002.

Bagi saya pribadi, lantunan nasyid ini sangat berkesan. Yups… tepat 22 Desember 2002 silam, seorang teman menghadiahkan sebuah album milik snada yang berlabel “neo shalawat”. Lantunan diatas adalah salah satu isi dari album tersebut.

Karya yang ber-title-kan “Teman Sejati” ini menginspirasikan diri saya. Mungkin kondisi kita saat itu sama dengan apa yang tersirat dalam nasyid tersebut…, saya menggap dia sebagai teman sejati… teman yang selalu menjadi pelengkap bagiku, teman yang selalu mengingatkan ku ketika hati ini kering, teman yang selalu menyebutku di dalam doa-doanya….

Kepada-Mu Allah kupanjatkan doa, agar berkekalan
kasih sayang kita
Kepadamu teman kumohon sokongan, pengorbanan
dan pengertian
Telah kuungkapkan segala-galanya

Namun… teman itu telah hilang begitu lama… menghilang begitu saja…. dan saat ini muncul kembali dengan kondisi yang berbeda… Apakah dia masih “teman sejatiku??”

Sudahlah… saya tidak ingin mengangkat cerita diatas untuk menjadi topik utama… bisa-bisa jadi novel baru yang menyaingi ketenaran novelnya kang Abik (hehe… narsis…). Saya hanya ingin mengkorelasikan dengan tulisan yang sebelumnya…

Bahwa yang namanya “true love” itu adalah cinta yang benar-benar tulus. Seperti cinta seorang ibu kepada anaknya. Bagaimana seorang ibu yang sangat sayang kepada anaknya. Dia benar-benar menjaganya, merawatnya, membelainya dengan penuh kasih sayang. Jika kita tanya kenapa engkau begitu sayang kepada anakmu wahai ibu, beliau pasti menjawab “karena aku yang melahirkannya”. Kalo seorang ibu yang melahirkan kita sangat mencintai kita, bagaimana dengan Allah yang telah menciptakan kita, cinta-Nya begitu luas kepada kita. Pantaskah kita menduakan cinta-Nya.

Begitu juga dengan seorang “teman sejati”… kita hanya mencintainya ketika cinta itu akan membuat kecintaan kita kepada yang melahirkan kita lebih besar, terlebih cinta itu harus membuat hati kita semakin tertambat kepada dzat yang Maha Mencintai hambaNya. Jangan sampai syetan mengelabuhi kita denga label “cinta sejati” atau “teman sejati” kalo tidak semakin menambah kedekatan kita dengan Allah. Persis dengan apa yang ada di lirik dari senandung “Teman Sejati” karya Brothers diatas.

Semoga ringkasan sederhana ini, dapat mengingatkan diri penulis sendiri untuk mencari “teman sejati” untuk mencari “cinta sejati” yang menambah kecintaan kita kepada sebenar-benar “cinta sejati” kita, Allah.

Selamat berjuang menemukan teman sejati…. Shermangat…..

Kategori:Ceritaku
  1. 10 Maret 2008 pukul 3:15 am

    Resensimu, asyik Dik…
    Menurutku selain resensi lagu juga merupakan ungkapan isi hati.
    Tulisanmu memberi inspirasi kepadaku untuk menulis, menulis, dan menulis.
    Bagaimana kabarmu?
    Aku berdoa semoga kamu mendapatkan teman sejati, yang membuatmu bahagia, dan menjadi spirit apabila dirimu gulana.

    Aku juga berdoa semoga kamu sukses dalam karier dan sukses dalam cinta.

  2. 10 Maret 2008 pukul 3:36 am

    Terima kasih.. kak… (panggil kak aja ya…)
    Wah jadi ketahuan nih kalo ungkapan isi hati… hehehe…. :p
    Makasih buat doanya, aku baik2 aja masih tetep berjuang menuju tujuan hidup…

    Wah jadi ke-PeDe an nih klo di jadikan sumber inspirasi… padahal aku sendiri masih jauh dari profil seorang inspirator..he…he… aku juga msh belajar… msh mencoba untuk terus berkarya… ya dikit…dikit… smoga bermanfaat….

    Semoga sukses juga buat kak lilis…. Salam buat murid2 nya… (sok kenal ya…)

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: