Semalem deje bener-bener dibuat penasaran oleh seseorang yang sampai detik ini belum menunjukkan identitasnya. Untung aja gak mengalahkan kantukku. Artinya aku tetap tertdur pulas. Xixixixi…
Biasanya sih males banget nanggepin manusia-manusia usil yang hanya berani sms tanpa mentertakan identitas. Paling-paling, balas satu kali dan kalo tetep gak mau ngaku dari siapa. Stop!! Sms di cuekin. hihii [...]
Juli 12, 2009
Kategori: Ceritaku, Puisiku . . Penulis: Rahmat D. Djatmiko . Komentar: & Komentar
Ada jiwa yang gundah
ketika bibir tak mampu bicara
Ada jiwa yang resah
ketika tak ada lagi suara
Ada jiwa yang terpenjara
ketika jari tak mampu meng-aksara
Apa yang kau inginkan wahai jiwa ???
Sebuah selimut jiwa!
—————————————————————————-
malang – 21042009
April 20, 2009
Kategori: Puisiku . . Penulis: Rahmat D. Djatmiko . Komentar: 1 Komentar
aku menggigil…
dengan wajah dekil…
di pojok ruang hampa berantakan penuh kerikil…
lalu…
aku merintih…
mencoba berjalan tertatih…
berharap masih ada cahaya putih…
namun…
aku tersungkur…
dalam sempit tanah kubur
dan… hancur… lebur….
April 15, 2009
Kategori: Puisiku, Tausiyah . . Penulis: Rahmat D. Djatmiko . Komentar: & Komentar
Cinta…
adakah manusia angkuh tak kenal cinta??
indah semburat jingga tak seindah cinta
harum semerbak bunga tak seharum cinta
seharum dan seindah cinta
ialah cinta pertama
hangatnya dekapan adalah dekapan pertama
tulusnya kasih adalah kasih pertama
lembutnya belaian adalah belaian pertama
saat tak ada dekapan yang mampu mendekap
saat tak ada kasih sayang yang mampu terengkuh
dan saat tak ada belaian yang datang dengan lembut
kau hadir [...]
Februari 19, 2009
Kategori: Puisiku . . Penulis: Rahmat D. Djatmiko . Komentar: & Komentar
Aku pernah rasakan hal itu
Namun, ku tepis karna ku tak mau
Aku rasakan lagi hal itu
Namun, tertepis karna ku tak tahu
Sekali lagi, aku rasakan hal itu
Namun, ditepis karna ku tak mampu
Rasa itu,
kini menggangguku
Bolehkah ia tahu ???
Februari 3, 2009
Kategori: Puisiku . . Penulis: Rahmat D. Djatmiko . Komentar: & Komentar
detik berlalu bak gemericik gerimis pagi
perlahan meninggalkan lampau
namun tidak dengan bahagiamu
tetap menggantung bersama bahagiaku
di sudut dinding ruang hati
- suatu pagi, pada akhir januari, ditengah perjalanan, bertemankan gerimis -
Februari 2, 2009
Kategori: Puisiku . . Penulis: Rahmat D. Djatmiko . Komentar: & Komentar
Detik ini bukanlah sedetik yang lalu,
hari ini bukanlah sehari ataupun dua hari yang lalu
tahun ini bukanlah setahun yang lalu
bahkan bukan pula bertahun-tahun yang lalu
saat ini adalah lembar baru
sedih, bahagia,
menangis, tersenyum,
kesal, lega
cinta, benci
apapun itu
itu masa lalu
selamat tinggal masa lalu
jangan sesali
jangan tangisi
semua tlah terjadi
selamat tinggal masa lalu
hidup penuh duri
jadikan pelajaran hati
tuk hidup lebih berarti
katakan
selamat tinggal masa lalu
katakan
selamat [...]
Januari 2, 2009
Kategori: Puisiku . . Penulis: Rahmat D. Djatmiko . Komentar: & Komentar
Akankah kurasakan nikmatnya kursi empuk,
akankah kuhirup udara sejuk,
dan akankah kutertawa lepas
Saat puluhan F16 membabi buta di atas tanah palestina,
saat dentuman bom menghiasi pagi yang indah
dan saat ratusan tubuh tak lagi bernyawa terhempas begitu saja
Disini aku bisa melihat langit membiru,
dengan gumpalan awan mengapas putih
Disana tak terbayang langit yang suram,
dengan debu-debu yang berhamburan
Tak terbayang desingan peluru di [...]
Desember 31, 2008
Kategori: Puisiku . . Penulis: Rahmat D. Djatmiko . Komentar: & Komentar
Kenapa kau buat bunga-bunga mekar kembali,
jika hanya kau jadikan hiasan.
Mengapa kau biarkan bintang benderang,
jika kau tahu esok pagi pasti tersapu sinar yang lebih terang.
Biarkanlah mawar itu layu,
jika itu lebih baik.
Relakan bintang itu redup,
jika itu terbaik.
Ya Allah ku tak mau layu itu selamanya,
karena Kau tahu ku tak akan mampu.
Pun ku tak ingin redup itu makin gulita,
karena [...]
Desember 21, 2008
Kategori: Puisiku . . Penulis: Rahmat D. Djatmiko . Komentar: & Komentar
wahai adinda…
kau mungkin tak prnah tahu isi hatiku
pun gerak gelagatku
karna ku tak mau kau tahu sebelum waktu itu
wahai bidadariku
sabarlah dalam penantianmu
karna Allah Yang Maha Tahu
apa yang terbaik bagimu dan buatku
wahai separuh jiwaku
kalaupun tak kau jumpai waktu itu
janganlah kau sendu
karena engkau,
bidadari surgaku
*terinspirasi dari sebuah cerpen ‘bidadari surga‘
Desember 16, 2008
Kategori: Puisiku . . Penulis: Rahmat D. Djatmiko . Komentar: & Komentar