Beranda > Ceritaku > Terima kasih telah membuatku tersenyum

Terima kasih telah membuatku tersenyum

Sore ini (16/10) seperti biasa waktu untuk silaturrahmi melalui dunia maya. Kubuka blog tercinta, kubaca beberapa comment. Ku tengok friendster yang sudah sangat jarang di-manage, ku approve beberapa request dan kubaca comment. Ketika membaca coment-coment baik di blog maupun di friendster, ada comment dari seorang adek yang telah lama menghilang (emang jin bisa menghilang, hehe).

Sebuah pesan bergambar seorang wanita kecil kartun dengan jilbab pink tersenyum penuh ketulusan nongol di bagian atas comment friendster. Dengan beberapa kata yang dapat membuatku tersenyum.

Senyumlah…
jika engkau ingin
orang lain tersenyum
kepadamu

Pesan ini membuat deje ingat sebuah kisah yang pernah deje baca di buku (ehm.. judulnya apa ya..) yang pernah dibawa ky2 ketika di rumah dila (para sahabat deje). Kisah itu tentang Kupu-kupu yang indah, begini ceritanya :

Ada seorang bocah kecil dengan kakeknya yang sudah sangat tua berjalan di sebuah taman bunga yang dipenuhi kupu-kupu indah berterbangan. Sesekali terlihat beberapa kupu-kupu sangat khusuk hinggap di bunga yang merekah indah.

Tak ayal, hal ini membuat si bocah kecil tertarik tuk meraih sang kupu-kupu yang menawan. Bocah kecil itu berlari kesana kemari meninggalkan si kakek, sambil mendekati kupu-kupu yang berterbangan. Setelah berusaha meraih kupu-kupu yang semakin terbang menjauh darinya, dia memutuskan untuk menangkap dengan cara mengendap-ngendap.

Lagkah kakinya perlahan penuh kehati-hatian bergerak dengan pasti menuju ke sebuah bunga mawar yang diatasnya telah hinggap seekor kupu-kupu kuning yang menawan. Ketika langkahnya telah terhenti, perlahan ia julurkan tangan mungilnya untuk meraih hewan hasil metamorfosis seekor ulat tersebut. Namun, sayang sekali tangan itu kalah sigap dengan sayap-sayap yang mulai melambai-lambai.

Akhirnya si bocah memutar otaknya, dan menemukan cara baru. Dengan penuh semangat dan senyuman kecil dia meraih jaring penangkap serangga. Mengendap-endap dengan penuh hati-hati ia datangi seekor kupu hitam legam yang indah. Lalu dengan sigap, ia ayunkan jaring penangkap dan ia dapatkan kupu-kupu hitam dengan keadaan tak seindah sebelumnya. Sayapnya tak secerah ketika dengan damai si kupu-kupu hinggap dibunga. Bayak bagian yang rusak karena goresan jaring yang menyakitkan.

Saat itu senyuman bocah kecil berubah menjadi kesedihan. Betapa hatinya yang masih suci merasakan penderitaan yang dialami si kupu-kupu malang tersebut. Dia akhirnya melepaskan kembali si hitam legam tersebut ke angkasa bebas. Lalu si bocah berjalan gontai menuju sang kakek yang sedang duduk di pojok taman dengan dikelilingi beberapa kupu-kupu yang beraneka ragam dan warna.

Si bocah melihat dengan penuh keheranan. Ada rasa senang dan penasaran didalam jiwanya. Senang karena melihat kupu-kupu yang beraneka ragam mengelilingi kakeknya. Dan penuh tanya, mengapa kupu-kupu tersebut terbang penuh bahagia disekitar kakeknya. Si bocah kecil yang cerdas ini pun bertanya kepada sang kakek.

Sang kakek menjelaskan, “Jika engkau ingin mendapatkan kupu-kupu itu, lihatlah bunga-bunga indah yang terhampar disana. Bunga-bunga itu tidak pernah berusaha mengejar, menangkap bahkan menjaring kupu-kupu, dia hanya berusaha tampil secantik mungkin, setulus mungkin untuk mengembangkan wangi tubuhnya.”

Mekar bunga ibarat hati seseorang. Ketika hati ini selalu indah dan mempesona, maka secara otomatis orang-orang disekitar kita akan merasa nyaman dan aman. Tanpa berusaha kita dapatkan, orang-orang tersebut akan mendekati kita.

Trus, apa hubungannya dengan senyuman tadi…

Hati yang indah, akan menghasilkan sebuah cara pandang positif. Cara pandang positif akan sangat mempengaruhi raut muka kita… Jadi Orang yang hatinya indah dan mempesona pasti selalu tampak tersenyum tulus. Tapi orang yang selalu tampak tersenyum, belum tentu memiliki hati yang indah…

Terima kasih dek, kau telah membuatku mengerti arti sebuah senyuman yang tulus….

About these ads
Kategori:Ceritaku
  1. Meerachle
    16 Oktober 2008 pukul 11:22 am

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….
    ^_^
    no comment deh…….

    tapi q g pernah menghilang lo!
    hehehehe…. :-D


    deje : Waalaikumsallam Warahmatullahi Wabarakatuh…., menghilang sih nggak…, suman kaya e dah lupa ae ma mas e… ;), gmn? jd balik ke malang?

  2. Meerachle
    17 Oktober 2008 pukul 2:52 am

    hehehehe….
    q g lupa mas….

    q lo masih inget…
    bukune sampeyan ada di q….

    heheheh….
    ntar klo q ke malang tak kembaliin…
    :-)


    deje : Ya ta? aq malah lupa buku q d pinjem sapa aja… makanya makin hari kok makin longgar perpusatakaan q, :) Yang penting bukunya bermanfaat… OK

  3. Meerachle
    17 Oktober 2008 pukul 4:44 am

    klo lp.,,mending g tak kembaliin ae wes…. xixixi….. :-D
    kan katane yang penting bermanfaat… :-)

    deje : biar lebih bermanfaat bagi orang lain, dikembalikan aja dulu, siapa tahu sudah banyak orang lain yang menunggu buku itu, kan jadi menghalangi orang lain mau belajara… hehehe, malah dosa lho… ;)

  4. Meerachle
    18 Oktober 2008 pukul 4:32 am

    okey deh,…

    pasti q kembaliin koq…

    tanggal 25 InsyaAllah q ke mlang..ntar tak kembaliin pas itu ja ya!! ;-)

  5. ratih
    22 Oktober 2008 pukul 3:32 am

    Assalamualaikum
    bener juga itu cerita

  6. Dx tian
    27 April 2009 pukul 5:22 am

    Just Smileee….

    Sneng rasanya klo bza senyum tulus k’org2 sktar Qt.

  7. ade
    30 Agustus 2009 pukul 2:43 pm

    maaf saya izin menggunakan gambarnya yach… makasih

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: